Tampilkan postingan dengan label Multicast. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Multicast. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Oktober 2010

Multicast......Kloter ke tiga

Salam cahaya..

Wekeend yang begitu panjang.....tetapi tak sepanjang daftar tagihan...eh...salah....salah, back to basic. Ada cerita yang harus kami bagi disini. Kalo pun ada unsur uang, itu hanyalah pengharapan belaka (urusan duit emang selalu menyentil yah...)

Kamis kemaren, kami yang kebetulan kebagian kelas Multicast, seperti biasa menghadapi hari itu dengan senyuman, entah apa arti dari senyuman itu. Senyuman Stress??? Senyuman Gila??? Senyuman simpul??? Senyum-senyum sendiri??? (Jangan sampe parah lah ya, suka senyum-senyum sendiri). Kala itu....Ketika seisi penghuni kelas multicast dengan antengnya duduk dengan manis, lengkap dengan senyum khas masing-masing, sesosok yang familiar dan sesosok sangat asing, memasuki wilayah kami (hahahahhaha, serasa jadi centeng pasar). Sosok yang familiar itu, sapa lagi kalo bukan si Abang Rustam, Mas Rustam, AA Rustam, Pak Rustam dan sebagai macam sebutan hormat untuk beliau, hehehehe, kali ini berlebian ya. dan 1 sosok yang begitu asing. sosok itu bernama Pak Ali Imron. Hmmm, kayaknya Killer neh. (Hush...Jangan bilang gitu, maaf yah, kita koreksi Killer disini sebagai Pribadi yang Tegas). Kontan kami jadi enggan untuk banyak betingkah (hahahahhahaa). Pada kesempatan itu, beliau-beliau membagi kami dalam 3 kelompok, untuk terlibat dalam kegiatan praktek Multicast. Tiap kelompok terdiri dari 30-an mahasiswa (kalo 30-an bisa lebih jumlahnya, dan pastinya engga lebih dari 40). Dan singkat cerita terbentuk 3 kelompok-kelompok untuk praktek, yang mana Kelompok Subhan sebagai kelompok pertama kebagian praktek langsung hari itu juga, Kelompok Boni (Sang KM) hari Jumat, Dan Kelompok Hendra (Wisuda) hari sabtu. Yang kebetulan dapet hari Jumat sama Sabtu, kebagian libur. Begitu pula sebaliknya. And Say thax to God, dapet refreshing...

Dan tiba waktunya, Hari Sabtu kemaren, 16 Oktober 2010, Kloter ke 3 bermain-main dengan peralatan yang sudah disiapkan. Mula-mula Pak Ali memmberikan briefing singkat rule/aturan maen dari perakitan parabola. 

Parabola? Ngapaen? Mau cari siaran TV?

Ya enggaklah bodoh, kita belajar konfigurasi peralatan parabola and pointing,konfigurasi server untuk bisa menerima data via satellite. huhuhu

Dan Inilah kesibukan kami kala itu....

Sangat mengesankan, pengalaman baru dan juga tantangan baru. tantangan? Memangnya ada tantangannya?? Pastinya ada, setiap pembelajaran pasti ada tantangannya. Untuk Multicast ini, praktek konfigurasi parabola sampe selesai, pointing menjadi hal yang sangat melelahkan. Fyuh.....capenya minta ampun (berlebihan). 

Finally, kami selesai pada Pukul 19.00 WIB. Wow..?? Jangan heran, kami engga bisa tinggalkan rekan-rekan kami yang belum selesai konfigurasi, walaupun sementara awan hitam bergelayut dengan cueknya diatas sana, sambil sesekali menumpahkan pettir-petir itu. Apakah kami hanya menunggu mereka??? Tak juga lah, yang jelas kami bantu mereka, sembari membereskan peralatan yang sudah tidak digunakan lagi. Sebagai bentuk solidaritas kami kepada teman yang belum selesai konfigurasi.

Well, malam minggu itu berkesan. Sangat berkesan....Itung2 buat yang ngejomblo...hehehe

Masih ada cerita laen dibalik hiruk pikuk kuliah kami......to be continue

Salam Hangat
3Damar





Kamis, 14 Oktober 2010

Multicast Untuk Pembelajaran

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini berkembang pesat. Mulai dari teknologi dial-up, wireless bahkan satelit kini gencar dikembangkan. Tidak dapat dipungkiri, perkembangan TIK kini sudah memperngaruhi perkembangan di berbagai bidang, khususnya pendidikan. Berbagai inovasi di bidang pendidikan pun terus dikembangkan, guna meningkatkan mutu pendidikan.
Pemanfaatan teknologi dalam bidang pendidikan terus dikembangkan. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan keberadaanya untuk dunia pendidikan  adalah multicast. kehadiran teknologi ini sangat membantu dalam kegiatan pembelajaran, khusunya kegiatan belajar jarak jauh.
Teknologi Multicast
Di dalam sistem jaringan komputer, metode pengiriman paket data secara umum dibedakan menjadi 4, yaitu Anycast, Unicast, Broadcast dan Multicast.
Anycast adalah sebuah metode pengiriman data dimana data dikirimkan pada lokasi yang terdekat atau pada jalur terbaik yang dilihat oleh sistem. Analoginya adalah, dalam sebuah kampanye, seseorang kandidat hendak mengirimkan brosur partainya. Brosur ini kemudian diberikan kepada siapa saja yang berada di dekatnya atau kebetulan melintas di depannya. Setiap satu waktu, hanya 1 brosur yang diberikan.
Unicast adalah sebuah metode pengiriman data dimana data dikirimkan pada satu lokasi yang jelas , dan setiap lokasi yang menerima kemudian mengirimkan laporan penerimaan kepada pengirim. Disini, kualitas pengiriman data dapat dijamin, karena setiap kegagalan pengiriman akan diketahui oleh pengirim dan dapat melakukan pengiriman ulang. Sistem inilah yang secara umum digunakan pada sistem jaringan komputer saat ini. Analogi yang dapat digunakan sesuai kasus di atas adalah, brosur partai dikirim dengan menggunakan jasa pengiriman tercatat kepada 1 alamat yang jelas. Apabila paket diterima, maka tanda bukti penerimaan akan diberikan kepada pengirim, sedangkan apabila paket tidak sampai, maka juga dilaporkan kepada pengirim.
Broadcast adalah sebuah metode pengiriman data, dimana data dikirimkan ke banyak titik sekaligus, tanpa melakukan pengecekan apakah titik tersebut siap atau tidak, atau tanpa memperhatikan apakah data itu sampai atau tidak. Salah satu contoh penggunaan sistem ini adalah siaran televisi dan radio. Dimana stasiun siaran melakukan siaran terus menerus tanpa mempedulikan apakah ada pesawat televisi ataupun radio yang memonitor siaran tersebut. Analogi yang dapat digunakan adalah, brosur partai dibagi-bagikan pada siapa saja yang lewat di sebuah jalan, tanpa mempedulikan siapa penerimanya. Apakah sudah memiliki partai atau malah anggota partai lain.
Konsep multicast hampir sama dengan broadcast, dimana data dikirimkan kepada banyak titik sekaligus, namun perbedaannya adalah, titik tujuan dikelompokkan berdasarkan group-group tertentu melalui alamat groupnya. Hal ini akan mengakibatkan pengiriman menjadi lebih efektif dibandingkan broadcast namun dapat diterima jauh lebih banyak dibandingkan sistem unicast. Analoginya adalah, brosur partai dikirimkan secara besar-besaran kepada alamat tertentu yang merupakan target dari partai langsung ke alamat mereka.
Seperti teknologi lainnya, multicast juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan multicast yaitu:
1. enhanced efficiency atau mengurangi beban kerja jaringan (network load).
2. Dengan multicast, data dapat diterima secara bersamaan oleh receiver, hanya dengan melakukan satu kali pengiriman.
Selain kelebihan terdapat pula kelemahan multicast. Kelemahan multicast terletak pada jaminan pengiriman data. Karena tidak ada pengecekan apakah data terkirim atau tidak, maka resiko tidak menerima data akan besar. Misalnya sebuah data dikirim dari pusat ke daerah, namun di daerah tidak menghidupkan perangkatnya, atau perangkat mengalami gangguan, maka data tersebut tidak akan pernah sampai pada titik yang dituju. Disinilah pentingnya backup data di pusat, sehingga apabila diinginkan pengiriman ulang atas permintaan daerah, dapat segera dilakukan.
Multicast merupakan teknologi komunikasi satu arah (one to many communicatio). Sedangkan dalam kegiatan pembelajaran dibutuhkan adanya komunikasi dua arah (two way communication). Untuk itu, digunakanlah Uni-Directional Link Routing (UDLR). Dengan UDLR ini, maka pengiriman data dapat dilakukan melalui jaringan kabel (teresterial) dari lokasi. Sehingga sistem komunikasi yang dilakukan tidak satu arah lagi, melainkan menjadi dua arah. Dengan sistem ini pula, maka kekurangan Multicast dalam melaporkan kegagalan pengiriman paket data dapat dieliminir.
Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tingkah laku, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Pada mulanya kegiatan pembelajaran dilakukan secara konvensional, dimana guru dan siswa bertemu dalam waktu dan tempat yang sama, namun kini pembelajaran dapat dilakukan dimana pun, kapan pun dan oleh siapa pun dengan menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh atau distance learning. Distance learning adalah proses pendidikan yang melibatkan teknologi yang bebas dari batasan jarak, tempat dan bahkan bebas sinkronisasi waktu (Daniel Minoli, 1996).
Dengan berkembangnya teknologi, maka konsep belajar jarak jauh pun berkembang. Belajar jarak jauh merupakan suatu sistem atau proses yang menghubungkan learner/siswa dengan siswa yang lainnya maupun dengan suatu sumber pengetahuan, baik instruktur maupun seorang ahli yang masing -masing terpisah oleh suatu jarak.
Pemanfaatan multicast untuk pembelajaran
Perkembangan teknologi multicast sangat menguntungkan bagi perkembangan belajar jarak jauh. Teknologi multicast dapat membantu bagi kelancaran pengiriman data atau materi pembelajaran,serta dapat melakukan pengiriman file video recording yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber belajar, sehingga pebelajaran jauh lebih efektif dan efisien. Pada sistem unicast, pengiriman data/ materi dilakukan dari satu titik ke titik yang lain, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama serta bandwidth yang lebih besar apabila pengiriman tersebut dilakukan bersamaan ke banyak titik sekaligus. Sedangkan apabila menggunakan multicast, maka pengiriman data/materi dapat dilakukan serempak ke seluruh titik dengan besaran bandwidth yang jauh lebih besar. Dengan teknologi ini, materi pembelajaran dapat dikirimkan kepada siswa secara serempak.
Teknologi multicast tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk pengiriman materi pelajaran pada belajar jarak jauh, tetapi juga dapat digunakan dalam pengiriman video satu arah. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat ini penggunaan media pendidikan, khususnya media audio visual(video), sudah merupakan suatu tuntutan yang mendesak. Hal ini disebabkan sifat pembelajaran yang semakin kompleks. Terdapat berbagai tujuan belajar yang sulit dicapai hanya dengan mengandalkan penjelasan guru. Oleh karena itu, agar pembelajaran dapat mencapai hasil yang maksimal diperlukan adanya pemanfaatan media. Salah satunya adalah media audio visual (video).
Sesuai dengan sifatnya, media video memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan media lainnya, yaitu:
1. Media video dapat membuat konsep yang abstrak menjadi lebih kongkrit
2. Dapat menampilkan gerak
3. Dapat menampilkan detail suatu benda atau proses
4. Membuat penyajian pembelajaran lebih menarik, sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan.
Sistem ini dapat digunakan untuk conference satu arah, sehingga dalam suatu kegiatan pembelajaran, guru/ instruktur dari satu lokasi tidak perlu datang ke banyak daerah sekaligus. Cukup duduk dan berbicara pada pusat siaran, selanjutnya dipancarkan ke seluruh titik menggunakan sistem multicast. Salah satu pemanfaatan yang dapat dilakukan adalah seminar jarak jauh, pendidikan jarak jauh maupun kuliah jarak jauh yang tidak terlalu menekankan kepada aspek keterampilan atau psikomotor.
Video tersebut dapat berisi materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Hal ini bisa dijadikan alternatif untuk daerah-daerah terpencil yang kekurangan guru. Jadi apabila ingin belajar, tinggal menerima siaran video dari guru di kota besar. Penggunaan video satu arah ini juga dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efiien.
Namun, karena komunikasi yang terjadi hanya satu arah, sehingga menyulitkan untuk melakukan komunikasi langsung dan mendapatkan feed back dari guru/instruktur. Selain itu, dengan video pembelajaran satu arah interaksi sosial kurang terjalin.
Selain dengan video satu arah, kegiatan belajar jarak jauh dapat pula ditunjang oleh video conference dua arah. Video conference dua arah merupakan seperangkan teknologi telekomunikasi interaktif, yang memungkinkan bagi dua lokasi atau lebih untuk berinteraksi melalui pengiriman audio dan video secara bersamaan. Kegiatan pembelajaran dengan video conference dua arah jauh lebih hidup dibandingkan dengan video satu arah, karena dengan video conference dua arah siswa dapat berinteraksi dengan guru/ instruktur, sehingga siswa bisa mendapatkan feed back langsung (direct feed back) dari guru.
Dalam kegiatan pembelajaran, pemanfaatan video conference dua arah dapat mengatasi kendala jarak. Sebagai contoh, dalam pelajaran bahasa Inggris, sekolah dapat menggunakan video coference untuk mengganti kedatangan nativespeaker ke sekolah. Siswa yang berada di Jakarta, dapat belajar berkomunikasi dengan guru di Amerika melalui video converence, tanpa guru tersebut harus hadir ke Jakarta. Tentunya ini akan menghemat biaya, waktu dan tenaga.
Tetapi bagai mana video conference dua arah dapat dilakukan dengan memanfaat kan teknologi multicast yang merupakan bentuk komunikasi satu arah? Ini lah gunanya UDLR, dimana pengiriman dan penerimaan data di masing-masing titik dipisahkan namun tetap dapat disinkronkan satu sama lain. Dengan teknologi ini maka memungkinkan untuk melakukan komunikasi dua arah.
Pembelajaran dengan menggunakan video conference dapat berlangsung dengan baik jika kualitas dari sistem jaringan juga mendukung. Apabila tidak, maka komunikasi akan terganggu ( gambar patah-patah / putus ).
Penutup
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah membawa kemajuan disegala bidang, khususnya pendidikan. Dengan berkembangnya TIK, setiap orang dapat belajar tanpa terbatas pada ruang dan waktu, dan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Namun, untuk mencapai hasil terbaik dibutuhkan peran aktif dari setiap komponen pendidikan dalam mengembangkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam dunia pendidikan. Pemenuhan konten yang bermutu juga perlu diperhatikan, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Multicast oh Multicast

Salam Cahaya...

well....selamat malam mingguan, baik yang udah jadwal ngapel ke pacar masing-masing. Dan yang kebagian cerita, engga apa-apa, masih ada malam minggu berikutnya untuk dengerin cerita dari temen-temen yang malam mingguan sama doinya, hehehe. Kalo misalnya yang malam mingguan engga bisa nikmati, kami hanya bisa prihatin aja, xixixi, karena kita bernasih sama brota...secara malam mingguan selalu dihiasi oleh bayang2 sang lappi, demi menunaikan segala tanggung jawab sebagai mahasiswa alih jenjang D3 ke D4 batch 3. Jadi enjoy aja lah, seperti kata Pak Mario "Dalam mencapai tujuan, jangan memikirkan hasilnya, tetapi nikmati sensasi dari proses mendapatkannya.....(STOP PRESS : kata-kata sudah di modif)

Oh ya, mata kuliah Multicast udah dimulai Jumat, 8 Oktober 2010 kemaren, baru pengenalan dasar-dasar komputer, pemahaman konsep TCP/IP dan beberapa materi lainnya yang sifatnya mengenalkan dan mengingatkan lagi kepada teman-teman yang basic-nya non TKJ. Dan hari ini, 9 Oktober 2010, kami kebagian jatah pengenalan dan merakit parabola

Aw....aw.....aw.....aw....aw...some. hehehe, sebenarnya biasa aja seh, udah biasa itu mah (sombong mode on). Kali ini lumyan neh, lumayan ada prakteknya. Lumayan buat ngilangin ngantuk. Lumayan buat nambah-nambah semuanya. Nambah File materi, nambah......nambah pengalaman merakit "Wajan Gede"lah pokoknya. hehehehe

Dari Dosen memperkenalkan peralatan yang digunakan dalam merakit parabola untuk multicast. Ternyata memang perlu kerja team untuk merakit maha karya wajan besar semacam itu (Lebay mode on). Hahaha, kebanyakan becanda. Oke kali ini serius. Dalam praktek kali ini, tidak semua mahasiswa bisa turut ambil bagian dalam perakitan parabola ini. Secara alatnya cuman 2 biji (jangan salah, ribet banged euy). Mas Rustam and Bang Manurung (maaf...kita lupa nama depannya, yang kita ingat malah marga bataknya, hehehe, peace!!!) Pastinya dengan antusias kami ikut berpartisipasi merakit parabola itu.

By The way.....be de we....emeng-emeng....kami ini kelas yang paling banyak peminatnya loh
Oh Ya..??? Masa seh?

Bisa dibandingkan dengan kelas-kelas yang laen, such as BlackBerry and Android.
Kenapa bisa begitu?

Jujur, bukannya kami sombong kebagian jatah kelas ini, masalahnya kami sudah terpilih untuk bisa terpilih lagi dalam rangka pemagangan di luar negeri dan daerah perbatasan. Sombong mode on (lagi)

Tapi ada juga seh, yang menyebut kelas kami ini sebagai Bus Ekonomi, Bus rombongan, desak-desakkan gimana gitu ya, udah pake AC (Angin Cepoi-Cepoi) bayarnya murah, pokoknya kelas ekonomi banged. Waits, tunggu dulu!!! Jangan salah, gitu2 di kelas kami engga kalah berwarna sama kelas yang lain. Semua karakter yang emang berjiwa pekerja keras ada juga, kayak Mas Eko Kuncoro, ada Om Darius, ada Pandu, ada Bowo, ada siapa lagi??? Hal ini terlihat dari body mereka yang (rada) tambun, xixixi, peace guys. (yang paling penting, tidak ada coding-coding, like this lah)

Dan ujung-ujungnya, kita kebagian tugas neh. Tugasnya seh baru Pre-Test gitu. Cuman 15 pertanyaan (Essay loh, bangga dikit, karena disana kreatifitas mengarang kata-kata diperbolehkan, hahahahha). Yang jelas bukan coding.....bukan bikin logika....bukan bikin rumus-rumus....Puol pokoknya.

Ya sudahlah, berhubung ada kerjaan laen, kami mau ambil tugas laen dulu yah

Salam hangat
3Damar